VPN (Virtual Private
Ntwork)
Untuk
pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai VPN (Virtual Private
Network) yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian,
perkembangan, fungsi, cara kerja, konsep, manfaat, tipe, sistem keamanan,
kelebihan dan kekurangan, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak
ulasan selengkapnya dibawah ini.
Pengertian VPN (Virtual
Private Network)
VPN adalah
suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara privat melalui
jaringan Internet “publik”. Disebut dengan Virtual Network karena VPN
menggunakan jaringan Internet sebagai media perantaranya alias koneksinya bukan
secara langsung.
Dan disebut Private Network
karena VPN sifatnya privat maksudnya hanya orang tertentu saja yang dapat
mengaksesnya. Data yang dikirimkan melalui VPN terenkripsi sehingga cukup aman
dan rahasianya tetap terjaga, meskipun dikirimkannya melalui jaringan internet,
itulah definisi dari VPN.
Perkembangan VPN
VPN
dikembangkan untuk membangun sebuah intranet dengan jangkauan yang luas melalui
jaringan internet. Intranet sudah menjadi komponen penting dalam suatu
perusahaan dewasa ini. Intranet dalam perusahaan akan berkembang sesuai dengan
perkembangan perusahaan tersebut. Dengan kata lain, semakin besar suatu
perusahaan maka intranet yang diperlukan juga semakin besar.
Permasalahan
ini akan semakin kompleks apabila perusahaan tersebut mempunyai banyak kantor
cabang yang tersebar di berbagai kota dengan jarak yang jauh. Sedangkan di lain
pihak seluruh kantor tersebut memerlukan suatu metode untuk selalu berhubungan,
misalnya untuk transfer dan sinkronisasi data.
Pada
mulanya, sistem intranet dikembangkan dengan menggunakan sistem dedicated line.
Sistem ini menawarkan kecepatan transfer data yang tinggi namun membutuhkan
investasi yang mahal. Sistem ini tidak efektif untuk perusahaan kelas menengah
ke bawah serta perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah yang saling
berjauhan.
Fungsi VPN (Virtual Private
Network)
Adapun fungsi
dari teknologi Virtual Private Network, diantaranya seperti berikut ini:
1.
Kerahasian “Confidentially”
VPN merupakan teknologi yang menggunakan
jaringan internet atau jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap
pencurian informasi atau data. Maka VPN memakai metode enkripsi untuk mengacak
data yang lewat. Dengan menggunakan metode enskripsi itu, keamanan atau akan
cukup terjamin dari pencurian data.
Walau ada pihak-pihak yang bisa menyadap
data-data yang melewati jaringan internet maupun jalur dari VPN sendiri, akan
tetapi belum tentu yang menyadap dapat membeca data tersebut sebab data
tersebut sebelumnya telah teracak. Dapat disimpulkan dari fungsi confidentially
ini maksudnya supaya data yang ditransmisikan hanya dapat diakses oleh orang
yang memang berhak saja.
2.
Keutuhan Data “Data Integrity”
VPN mempunyai teknologi yang dapat menjaga
keutuhan informasi atau data mulai dari data tersebut dikirim kan hingga data
tersebut sampai di tempat yang ditujunya. Sehingga data saat diperjalanan dapat
terhindar dari berbagai macam gangguan seperti data hilang, rusak atau
dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
3.
Autentikasi Sumber “Origin
Authentication”
VPN mempunyai kemampuan untuk melakukan
autentifikasi terhadap sumber dari pengiriman data yang akan diterimanya. PVN
dapat melakukan pemeriksaan kepada data yang masuk dan mengakses informasi dari
sumbernya, lalu alamat dari sumber data tersebut akan disetuju jika proses
autentifikasi berhasil, dengan begitu VPN dapat menjamin semua data yang
dikirimkan dan juga yang diterima berasal dari sumber yang memang benar-benar
seharunya, tidak ada informasi atau data yang dikirimkan oleh pihak lain dan
data yang dipalsukan.
Cara Kerja VPN
Dibawah ini
adalah gambaran tentang koneksi VPN yang menggunakan protokol PPTP. PPTP (Pont
to Point Tunneling Protocol) adalah sebuah protokol yang
mengizinkan hubungan Point-to Point Protocol (PPP)
melewati jaringan IP, dengan membuat Virtual Private Network (VPN).
Untuk
mengizinkan sambungan aman melalui Internet, beberapa perusahaan (termasuk
Microsoft) menyepakati protokol baru: Point-to-Point TunnelingProtocol (PPTP). PPTP
memungkinkan untuk membangun melalui IP-jaringan (yang biasanya Internet,
tetapi juga dapat menjadi perusahaan Intranet) koneksi aman dengan
encapsulating dalam IP-paket protokol pribadi dienkripsi, yang dapat NetBEUI,
IPX atau TCP / IP (dengan kisaran alamat IP pribadi).
Dari gambar diatas secara
sederhana cara kerja VPN(dengan protokol PPTP) adalah
sebagai berikut:
1.
VPN membutuhkan sebuah server
yang berfungsi sebagai penghubung antar PC, Server VPN ini
bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router, misalnya
MikroTik RB 750.
2.
Untuk memulai sebuah koneksi,
komputer dengan aplikasi VPN Client mengontak Server VPN, VPN Server kemudian
memverifikasi username dan password dan apabila
berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client dan
selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan terbentuk.
Untuk
selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai resource
(komputer atu LAN) yang berada dibelakang VPN Server misalnya melakukan
transfer data, ngeprint dokument, browsing dengan gateway yang diberikan dari
VPN Server, melakukan remote desktop dan lain sebagainya
Konsep Kerja VPN
Konsep kerja
VPN pada dasarnya VPN Membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai
penghubung antar PC. Jika digambarkan kira-kira seperti ini:
internet <—> VPN Server <—-> VPN Client <—->
Client
Bila digunakan
untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan jaringan internet maka
seperti ini: Komputer A <—> VPN Clinet <—> Internet <—> VPN
Server <—> VPN Client <—> Komputer B
Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server
sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa
lancar. Lalu apa sih yang dilakukan VPN ini?? pertama-tama VPN Server harus
dikonfigurasi terlebih dahulu kemudian di client harus diinstall program VPN
baru setelah itu bisa dikoneksikan. VPN di sisi client nanti akan membuat
semacam koneksi virtual jadi nanti akan muncul VPN adater network semacam
network adapter (Lan card) tetapi virtual. Tugas dari VPN Client ini adalah
melakukan authentifikasi dan enkripsi/dekripsi.
Nah setelah terhubung maka
nanti ketika Client mengakses data katakan client ingin membuka situs
http://www.google.com. Request ini sebelum dikirimkan ke VPN server terlebih
dahulu dienkripsi oleh VPN Client misal dienkripsi dengan rumus A sehingga
request datanya akan berisi kode-kode. Setelah sampai ke server VPN oleh server
data ini di dekrip dengan rumus A, karena sebelumnya sudah dikonfigurasi antara
server dengan client maka server akan memiliki algorith yang sama untuk membaca
sebuah enkripsi. Begitu juga sebaliknya dari server ke Client.
Keamanan Dengan konsep
demikian maka jaringan VPN ini menawarkan keamanan dan untraceable, tidak dapat
terdeteksi sehingga IP kita tidak diketahui karena yang digunakan adalah IP
Public milik VPN server. Dengan ada enkripsi dan dekripsi maka data yang lewat
jaringan internet ini tidak dapat diakses oleh orang lain bahkan oleh client
lain yang terhubung ke server VPN yang sama sekalipun.
Karena kunci untuk membuka
enkripsinya hanya diketahui oleh server VPN dan Client yang terhubung. Enkripsi
dan dekripsi menyebabkan data tidak dapat dimodifikasi dan dibaca sehingga
keamananya terjamin. Untuk menjebol data si pembajak data harus melalukan
proses dekripsi tentunya untuk mencari rumus yang tepat dibutuhkan waktu yang
sangat lama sehingga biasa menggunakan super computing untuk menjebol dan
tentunya tidak semua orang memiliki PC dengan kemampuan super ini dan prosesnya
rumit dan memakan waktu lama, agen-agen FBI atau CIA biasanya punya komputer
semacam ini untuk membaca data-data rahasia yang dikirim melaui VPN.
Apakah Koneksi menggunakan
VPN itu lebih cepat?? Hal ini tergantung dari koneksi antara client dengan VPN
server karena proses data dilakukan dari VPN otomatis semua data yang masuk ke
komputer kita dari jaringan internet akan masuk terlebih dahulu ke VPN server
sehingga bila koneksi client ke VPN server bagus maka koneksi juga akan jadi
lebih cepat. Biasanya yang terjadi adalah penurunan kecepatan menjadi sedikit
lebih lambat karena harus melewati 2 jalur terlebih dahulu temasuk proses
enkripsi. VPN ini bisa digunakan untuk mempercepat koneksi luar (internasional)
bagaimana caranya???
Misal kita punya koneksi
lokal (IIX) sebesar 1mbps dan koneksi luar 384kbps kita bisa menggunakan VPN
agar koneksi internasional menjadi sama dengan koneksi lokal 1mbps. Cara dengan
menggunakan VPN Lokal yang diroute ke VPN Luar
internet
<—->VPN Luar<—>VPN lokal <—>Client
Mengapa model jaringan ini bisa lebih cepat
sebab akses ke jaringan luar dilakukan oleh VPN luar lalu kemudian diteruskan
oleh VPN lokal nah kita mengakses ke jaringan lokal yang berarti kecepatan
aksesnya sebesar 1mbps. Tentunya diperlukan VPN dengan bandwith besar agar
koneksinya bisa lancar.
Manfaat VPN ( Virtual Private Network )
Beberapa manfaat VPN diantaranya seperti
dibawah ini:
1.
Remote Access
Maksunya dengan menggunakan VPN kita bisa
mengakses komputer ataupun jaringan kantor dari mana saja selama terhubung ke
jaringan internet atau publik.
2.
Keamanan
Dengan menggunakan koneksi VPN bisa
browsing, searching dengan aman saat mengakses dunia maya atau jaringan
internet publik misalnya seperti hotspot atau internet yang ada di cafe-cafe.
3.
Dapat Menghemat Biaya Setup
Jaringan
VPN juga dapat dipakai sebagai cara
alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang cukup luas dengan biaya yang
lebih rendah. Karena transmisi data yang digunakan pada VPN memakai media
jaringan internet atau jaringan publik yang sebelumnya telah ada tanpa perlu
membangun jaringan sendiri.
Tipe-Tipe VPN
Berikut ini terdapat beberapa tipe-tipe vpn,
terdiri atas:
1. Site to Site VPN
Tipe VPN ini membuat jalur aman dan tetap
antar-site dengan site, misalnya antar kantor pusat dengan kantor cabang lewat
internet.
Baik kantor pusat maupun kantor cabang harus
memiliki peralatan-peralatan Cisco VPN untuk membina jalur VPN yang dibutuhkan.
Peralatan Cisco VPN yang dipergunakan di
kantor pusat berupa Cisco VPN Concentrator untuk perusahaan besar, sedangkan
untuk perusahaan kecil atau menengah cukup menggunakan Cisco ASA firewall yang
mendukung fasilitas VPN.
Peralatan Cisco VPN yang dipergunakan untuk
kantor cabang umunya berupa Cisco ASA firewall yang mendukung fasilitas VPN.
Setelah jalur VPN terbina antara kantor
cabang dengan kantor pusat, maka pemakai komputer yang berada pada LAN di
kantor cabang dapat mengakses data yang berada pada LAN di kantor pusat. Hanya
tentu kecepatan akses terbatas dengan bandwidth jalur VPN yang dipergunakan
Yang perlu Anda perhatikan adalah
konfigurasi jaringan pada komputer pemakai di kantor cabang harus menggunakan
default gateway berupa IP address dalam (inside) Cisco ASA firewall di kantor
cabang.
Jika ditinjau dari segi
kendali atau administrative control. Secara umum site-tosite
VPN dapat dibagi menjadi:
a. Intranet
Manakala VPN hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa lokasi yang masih
satu instansi atau satu perusahaan. Seperti kantor pusat dihubungkan dengan
kantor cabang. Dengan kata lain, administrative control berada sepenuhnya bawah
satu kendali.
b. Extranet
Manakala VPN digunakan untuk menghubungkan beberapa instansi atau perusahaan
yang berbeda namun di antara mereka memiliki hubungan “dekat”. Seperti
perusahaan tekstil dengan perusahaan angkutan barang yang digunakan oleh
perusahaan tekstil tersebut. Dengan kata lain, administrative control berada di
bawah kendali beberapa instansi terkait.
2. Remote User VPN
Tipe VPN ini memungkinkan koneksi dari jauh
oleh remote user, misalnya pegawai yang sedang bertugas di luar kota atau luar
negeri untuk dapat akses ke LAN di kantor pusat menggunakan jaringan internet.
Hal ini terutama sangat berguna untuk dapat menerima email yang tersedia di LAN
kantor pusat.
Di kantor pusat ditempatkan peralatan Cisco
VPN server atau gateway dan pada komputer pemakai diinstalasikan software
“Cisco System VPN Client”. Karena komputer pemakai hanya memerlukan software
Cisco System VPN Client saja, maka biaya sangat murah dibandingkan jika setiap
pemakai harus memiliki peralatan Cisco VPN. Karena software Cisco System VPN
Client ini umumnya diberikan secara gratis jika Anda membeli Cisco ASA firewall
yang mendukung fasilitas VPN.
Seorang pemakai dapat memulai koneksi ke
internet dengan fasilitas ADSL, Dial-up, dan lain-lain. Setelah koneksi ke
Internet terbina, pemakai akan menciptakan selubung VPN menggunakan “Cisco
System VPN Client” pada koneksi tersebut sehingga tercipta suatu koneksi yang
aman. Sebelum selubung VPN terbina, pemakai akan mengajukan permohonan koneksi,
dan jika autentikasi diterima, maka jalur virtual VPN akan dibina antara VPN
client dan VPN server tersebut.
Walaupun pada contoh di sini menggunakan
fasilitas Dial-up modem sebagai koneksi internet, fasilitas lainnya seperti
cable atau WiFi broadband lainnya dapat juga dipakai apabila tersedia.
Sistem Keamanan VPN
Sistem kemanan VPN biasanya memerlukan akses
remote untuk disahkan dan memanfaatkan teknik enkripsi untuk mencegah
pengungkapan informasi pribadi. VPN memberikan keamanan melalui protokol
tunneling dan prosedur keamanan.
Model keamanan mereka menyediakan:
- Kerahasiaan
sehingga bahkan jika lalu lintas mengendus, penyerang hanya akan melihat
data dienkripsi yang dia / dia tidak bisa mengerti. Membiarkan otentikasi
pengirim untuk mencegah pengguna yang tidak sah dari mengakses VPN.
Integritas pesan untuk mendeteksi setiap kasus pesan ditransmisikan yang
telah dirusak denganAman VPN protokol termasuk berikut:
- IPSec
(Internet Protocol Security)
dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), dan pada awalnya
dikembangkan untuk IPv6, yang memerlukannya. Ini protokol keamanan
berbasis standar juga banyak digunakan dengan IPv4. Layer 2 Tunneling
Protocol sering berjalan lebih dari IPSec. Desainnya memenuhi tujuan
keamanan paling: otentikasi, integritas, dan kerahasiaan. IPSec fungsi
melalui enkripsi dan encapsulating paket IP dalam sebuah paket IPSec.
De-enkapsulasi terjadi pada akhir terowongan, di mana paket IP asli
didekripsi dan diteruskan ke tujuan yang dimaksud.
- Transport
Layer Security (SSL / TLS) dapat terowongan lalu
lintas seluruh jaringan itu, seperti halnya dalam proyek OpenVPN, atau mengamankan
koneksi individu. Sejumlah vendor menyediakan akses remote VPN kemampuan
melalui SSL. Sebuah VPN SSL dapat terhubung dari lokasi di mana IPsec
berjalan ke masalah dengan Network Address Translation dan aturan
firewall.
- Datagram
Transport Layer Security (DTLS),
digunakan dalam Cisco VPN AnyConnect, untuk memecahkan masalah SSL / TLS
telah dengan tunneling atas UDP.
- Microsoft
Point-to-Point Encryption (MPPE) bekerja dengan
Protokol Point-to-Point Tunneling dan implementasi kompatibel beberapa
pada platform lainnya.
- Microsoft
Aman Protocol Socket Tunneling
(SSTP), diperkenalkan pada Windows Server 2008 dan Windows Vista Service
Pack 1. SSTP terowongan Point-to-Point Protocol (PPP) atau Layer 2
Tunneling Protocol lalu lintas melalui saluran SSL 3,0.
- MPVPN
(Jalur Jaringan multi Virtual Private). Ragula Sistem Pengembangan
Perusahaan memiliki merek dagang terdaftar “MPVPN”.
- Secure
Shell (SSH) VPN – OpenSSH menawarkan VPN tunneling (berbeda dari port
forwarding) untuk mengamankan koneksi remote ke jaringan atau
antar-network link. OpenSSH server menyediakan sejumlah terowongan
bersamaan dan fitur VPN itu sendiri tidak mendukung otentikasi pribadi.
- Otentikasi,
Endpoint terowongan harus mengotentikasi sebelum aman VPN terowongan dapat
dibentuk.
Dibuat pengguna VPN akses remote dapat menggunakan password, biometrik, dua-faktor otentikasi atau metode kriptografi lainnya.Jaringan-jaringan terowongan sering menggunakan password atau sertifikat digital, karena mereka secara permanen menyimpan kunci untuk memungkinkan terowongan untuk menetapkan secara otomatis dan tanpa intervensi dari pengguna.
Kelebihan Dan Kekurangan VPN
Adapun kelebihan dan kekurangan VPN (Virtual Private Network) diantaranya
yaitu:
1.
Kelebihan VPN
Terdiri atas:
a.
Remote Access, dengan VPN kita dapat
mengakses komputer atau jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke
internet
b.
Keamanan, dengan koneksi VPN
kita bisa berselancar dengan aman ketika menggunakan akses internet publik
seperti hotspot atau internet
cafe.
c.
Menghemat biaya setup jaringan,
VPN dapat digunakan sebagai teknologi alternatif untuk menghubungkan jaringan
lokal yang luas dengan biaya yang relatif kecil, karena transmisi data
teknologi VPN menggunakan media jaringan public yang sudah ada tanpa perlu
membangun jaringan pribadi.
d.
Kemampuan membentuk jaringan LAN
yang tidak di batasi tempat dan waktu, karena koneksitasnya dilakukan via
internet. Koneksi internet apapun dapat digunakan seperti Dial-Up, ADSL, Cable
Modem, WIFI, 3G, CDMA Net, GPRS,& . sistem PVN ini paling tepat digunakan
untuk penggunaan suatu database terpusat untuk mengkomunikasikan antara server
dan client via internet seperti Aplikasi Perdagangan, Purchase, P.O.S,
Accounting, Cashir, Billing system, General Ledger, DLL
e.
Tidak ada ketergantungan
terhadap keharusan memiliki IP Publik yang berharga mahal. Cukup menggunakan IP
dynamic saja dengan kata lain asal PC anda bisa berinternet .
f.
anda bisa ngeprint dari rumah
kekantor anda via internet
g.
anda bisa melakukan transfer
data atau remote view untuk mengendalikan komputer dirumah/kantor anda dimana
saja
h.
Tidak membutuhkan
Peralatan/hardware tambahan yang berfungsi sebagai IP forwarder/Port Forwader
yang menambah investasi anda.
i.
Dimanapun anda berada seperti
anda sedang berada di warnet ataupun saat anda traveling di luar negeri, dapat
melakukan koneksitas dengan PC dikantor anda misalnya dengan memanfaatkan
software yang bekerja dijaringan LAN seperti Citrix, Windows Terminal Server
2003, VNC, Radmin, VOIP, DLL
j.
Dengan menggunakan software yang
bekerja dijaringan LAN anda dapat melakukan pertukaran data secara langsung,
Printing , Remote View, Mengatur administrasi PC anda, yang kesemua itu dapat
dilakukan dimanapun anda berada selama anda bisa terhubung ke internet
k.
Dapat mengakses akses yang
diblok
l.
Berselancar dengan aman ketika
di akses internet publik / hotspot
m. Jika perusahaan ingin mengoptimalkan biaya untuk membangun
jaringan mereka yang luas. Oleh karena itu VPN dapat digunakan sebagai
teknologi alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang luas dengan biaya
yang relatif kecil, karena transmisi data teknologi VPN menggunakan media
jaringan public yang sudah ada.
n.
jangkauan jaringan lokal yang
dimiliki suatu perusahaan akan menjadi luas, sehingga perusahaan dapat
mengembangkan bisnisnya di daerah lain. Waktu yang dibutuhkan untuk
menghubungkan jaringan lokal ke tempat lain juga semakin cepat, karena proses
instalasi infrastruktur jaringan dilakukan dari perusahaan / kantor cabang yang
baru dengan ISP terdekat di daerahnya. penggunaan VPN secara tidak langsung
akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
o.
penggunaaan VPN dapat mengurangi
biaya operasional bila dibandingkan dengan penggunaan leased line sebagai cara
tradisional untuk mengimplementasikan WAN.
p.
VPN dapat mengurangi biaya
pembuatan jaringan karena tidak membutuhkan kabel (leased line) yang panjang.
Penggunaan kabel yang panjang akan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar.
Semakin jauh jarak yang diinginkan, semakin meningkat pula biaya produksinya.
q.
VPN menggunakan internet sebagai
media komunikasinya. Perusahaan hanya membutuhkan biaya dalam jumlah yang
relatif kecil untuk menghubungkan perusahaan tersebut dengan pihak ISP
(internet service provider) terdekat.
r.
penggunaan VPN akan meningkatkan
skalabilitas.
s.
VPN memberi kemudahan untuk
diakses dari mana saja, karena VPN terhubung ke internet. Sehingga pegawai yang
mobile dapat mengakses jaringan khusus perusahaan di manapun dia berada. Selama
dia bisa mendapatkan akses ke internet ke ISP terdekat, pegawai tersebut tetap
dapat melakukan koneksi dengan jaringan khusus perusahaan
2.
Kekurangan VPN
Terdiri atas:
a.
Koneksi internet (jaringan
publik) yang tidak bisa kita prediksi. Hal ini dapat kita maklumi karena pada
dasarnya kita hanya “nebeng” koneksi
pada jaringan pihak lain sehingga otomatis kita tidak mempunyai kontrol
terhadap jaringan tersebut.
b.
Perhatian lebih terhadap
keamanan. Lagi-lagi karena faktor penggunaan jaringan publik, maka kita perlu
memberikan perhatian yang lebih untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan seperti penyadapan, hacking dan tindakan cyber crime pada jaringan
VPN.
c.
Rawan Penyadapan
d.
Tidak ada Kendali Utama Pengguna
e.
Perangkat Tidak Sesuai
f.
Tidak Adanya Standar Yang
Memenuhi
Tentang Penulis
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.