Ember.js adalah framework js yang rilis pada 2015 dan memiliki konsep MVVM (Model-view-viewmodel). MVVM adalah pola untuk lebih jelas memisahkan pengembangan antarmuka (UI) dari logika bisnis dan perilaku dalam aplikasi.
Framework JavaScript ini juga mendukung Two Way Data Binding, dimana ketika Anda melakukan perubahan pada kode JavaScript, maka akan mempengaruhi tampilan (view layer) yang terdapat pada kode HTML.
Fitur-Fitur Ember.js:
Jadi, Ember.js dapat digunakan untuk mengembangkan platform yang andal dan UI yang kompleks, seperti LinkedIn.
Ember Inspector – Alat untuk men-debug aplikasi Ember.
Route – Fitur inti untuk mengelola URL.
Computed Properties – Memungkinkan Anda mendeklarasikan fungsi sebagai properti, yang akan ditampilkan ketika Anda meminta properti tersebut.
Kelebihan Ember.js:
- Template pada Ember.js dapat meng-update model secara otomatis jika konten aplikasi diubah.
- Template yang tersedia dapat membantu pembangunan UI yang mudah dan fleksibel.
- Terdapat fungsi properties untuk menghitung properti objek.
- Inti model menggunakan HTML dan CSS, sehingga mudah dimengerti oleh pemula.
- Template dapat disusun lebih awal di server, sehingga meningkatkan kecepatan loading.
- Memiliki plugin untuk membantu validasi masukan (atau permintaan) klien sebelum diproses atau dikirim ke server.
- Memiliki plugin yang memungkinkan sinkronisasi server yang sedang istirahat.
- Memiliki API yang stabil.
Kekurangan Ember.js:
- Validasi dari sisi server tetap diperlukan.
- Validasi input ke server belum terintegrasi, sehingga memerlukan plugin khusus
- Tidak dapat memperluas kode HTML.
- Belum memiliki sumber plugin khusus.
- Komunitas belum terlalu besar.
- Ukuran file besar termasuk besar, yaitu 235 KB.
Tentang Penulis
TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.