Backbone.js adalah framework yang populer dikalangan web programmer. Namun, framework JS ini juga bisa digunakan untuk membuat single-page application.
Framework Backbone.js lahir dari pemikiran bahwa semua fungsi server-side harus berjalan melalui API. Jadi, Backbone.js dapat menghasilkan fungsi program yang cukup kompleks dengan hanya menulis sedikit coding, seperti Trello yang berhasil dibangun dengan framework ini. trello contoh web app yang dibangun dari framework backbone js
Fitur-Fitur Backbone.js:
- Model – Berisi data interaktif dan fungsinya.
- Tampilan – Untuk mengatur antarmuka, bekerja sesuai peristiwa atau action dari client, mendeteksi perubahan dalam model dan menampilkannya di halaman HTML.
- Koleksi – Kumpulan model yang teratur.
- Acara – Modul Backbone yang dapat dengan mudah digabungkan ke kelas lain.
- Router – Menghubungkan URL sisi klien ke tindakan atau action di aplikasi.
- Sinkronisasi – dapat memetakan status model ke database sisi server.
- Key-Value Binding & Custom Events – Setiap perubahan pada Model berpengaruh terhadap View, begitu pula sebaliknya.
- API Integration – Memungkinkan website dapat berkomunikasi dengan bahasa atau aplikasi lain lewat API yang sudah ada, misalnya RESTful JSON.
- Event Handling – Menyesuaikan perintah pengguna di browser.
Kelebihan Backbone.js:
- Menggunakan fungsi JavaScript, sehingga mengembangkan aplikasi dan front-end jadi lebih mudah.
- Tidak sulit dipelajari oleh pemula.
- Ukuran ringan, yaitu 81 KB.
- Dapat menggunakan plugin agar memiliki two-way data binding.
- Memiliki banyak libraries atau perpustakaan kode.
- API dan dokumentasi yang mudah dipelajari.
- Memiliki gaya pengkodean khas yang memungkinkan pengembang membuat kode lebih sedikit.
Kekurangan Backbone.js:
- Belum memiliki alat untuk debugging.
Tentang Penulis
TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.