Python adalah bahasa pemrograman yang ringkas sehingga cocok untuk membuat berbagai aplikasi dan website dengan mudah. Yang menarik,
dengan dukungan Python framework, Anda jadi bisa mengerjakan project lebih cepat, berkat berbagai library yang dimilikinya.
Nah, dengan makin banyaknya framework Python saat ini, manakah yang perlu Anda pilih untuk pengembangan project Anda?
Framework Python adalah kumpulan modul atau paket pemrograman bahasa Python. Framework ini menawarkan library kode Python, model perangkat lunak Python, Application Programming Interfaces (APIs), dan berbagai elemen Python lainnya.
Semua hal di atas dapat menunjang developer menyelesaikan sebuah project dengan pengkodean Python yang tepat. Tak hanya itu, para pengembang juga akan menghemat waktu berkat pengelolaan kode yang lebih konsisten dan mudah.
Dengan demikian, hasil akhir proyek akan menjadi lebih berkualitas saat menggunakan Python framework.
Jenis Python Framework, framework python terbagi dalam 3 jenis
1. Full-Stack Framework
Jenis Python framework ini mendukung pengembangan proyek back-end dan front-end sekaligus. Alasannya, full-stack framework menyediakan fungsionalitas yang lengkap,
baik untuk desain antarmuka pengguna grafis (UI), dan layanan back-end seperti manajemen database, protokol keamanan, dan libraries.
Tak heran, jenis framework ini sering digunakan untuk pengembangkan proyek perangkat lunak yang kompleks. Nah, salah satu contoh full-stack framework adalah Django.
2. Micro Framework
Micro framework adalah jenis framework yang lebih ringan dan sederhana karena tidak menyediakan fungsionalitas dan fitur tambahan.
Sebagai contoh, tidak ada database layer, form validasi, dan libraries layaknya full-stack framework.
Hal ini memang bertujuan untuk mendorong fleksibilitas bagi pengembang yang ingin memanfaatkan kontrol atas perangkat lunak mereka. Dengan kata lain,
pengembang bebas menambahkan libraries pihak ketiga yang mereka diperlukan.
Itulah kenapa microframework bisa menjadi pilihan yang bagus untuk proyek sederhana. Salah satu contoh Micro framework yang umum digunakan adalah Flask.
3. Asynchronous Framework
Asynchronous Framework merupakan jenis Python framework yang ditujukan untuk pemrograman Python dengan library jaringan asinkron.
Framework ini memungkinkan developer untuk menangani concurrent connections (jumlah maksimum koneksi bersama yang dapat ditangani server) dalam jumlah yang besar.
Tentang Penulis
TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.