Bagikan:
arrow_back Kembali ke Artikel
10 Prediksi untuk Masa Depan TI
- 98 persen data bisnis akan disimpan di cloud daripada pusat data perusahaan umumnya/tradisional. Beberapa teknologi baru, atau bahkan model bisnis, akan giat untuk menghindari ketegantungan pada teknologi cloud.
- Model komputasi awan seperti Software-as-a-Service (SaaS), Infrastructure-as-a-Service (IaaS), dan model Platform-as-a-Service (PaaS) akan semakin memberi jalan kepada Everything-as-a-Service (XaaS) dinamis dimana TI dikelola sebagai produk lunak yang sangat kondusif untuk inovasi.
- Jaringan TI akan dioptimalkan terutama untuk ketahanan dan kelangsungan bisnis, mendukung peningkatan prioritas yang lebih baik seperti manajemen risiko, keamanan siber, dan penerapan pekerjaan jarak jauh yang hampir total.
- Jaringan nirkabel 5G yang berevolusi akan menghadirkan koneksi bandwidth tinggi dan latensi rendah yang akan mendukung internet of things (IoT) industri canggih dan platform kembar digital. China akan dalam proses membangun jaringan 6G yang pertama.
- Edge Computing yang canggih akan menyediakan real-time local data processing, meningkatkan sistem IoT sekaligus mengurangi lalu-lintas jaringan di cloud. Mesin yang sarat sensor akan semakin saling berkomunikasi, membuat keputusan tanpa campur tangan manusia, dan meungkinkan mekanisme perbaikan diri secara mandiri.
- Virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) akan umum akan banyak diterapkan di lingkungan bisnis termasuk gudang dan program pelatihan karyawan.
- Data analitik akan diperoleh dari sumber yang semakin beragam, meningkatkan algoritma pembelajaran mesin, memperkuat analitik prediktif, dan menginformasikan hampir semua pengambilan keputusan.
- Kemajuan dalam AI, robotika, dan otomatisasi akan secara signifikan meningkatkan efisiensi dan produktivitas dengan mengorbankan peran di berbagai bidang seperti entri data, layanan pelanggan, dan manufaktur. Muncul pekerjaan baru yang saat ini belum pernah ada.
- Platform manajemen unified endpoint akan memantau semua titik akhir jaringan dari satu antarmuka, yang secara nyata meningkatkan visibilitas jaringan dan keamanan siber.
- Sebagian besar negara industri, akan memberlakukan undang-undang privasi data federal. Manajemen keamanan data menjadi prioritas strategis dan operasional teratas untuk hampir di setiap bisnis.
Ketika layanan dukungan menjadi otomatis dan infrastruktur
dialihdayakan, peran utama TI akan bergeser ke mendukung strategi bisnis dengan
mengintegrasikan sistem bisnis, mempercepat pengembangan produk, dan
meningkatkan pengalaman pelanggan.
Y
Tentang Penulis
YULI FITRIANTO S.T, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.