Teknologi Informasi dalam Bidang Ekonomi
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
15 Maret 2022
Teknologi Informasi
dalam Bidang Ekonomi
Dalam perekonomian suatu
negara, teknologi informasi mulai dianggap memiliki peran penting dalam
perekonomian suatu negara karena perkembangan teknologi informasi, perekonomian
negara mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Banyak hal yang dirasakan berbeda
dan berubah dibandingkan dengan pertumbuhan sebelumnya.
Bila jarak dan waktu tidak menjadi masalah,
yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi yang dibuat
untuk memfasilitasi ini. Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari
perkembangan teknologi informasi dan komunikai di negara ini. Semakin tinggi
perkembangan teknologi informasi, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi negara.
Namun, perkembangan teknologi informasi juga memiliki sisi negatif, di mana
banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan kejahatan.
Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan ilmu kemajuanm. Setiap inovasi
diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan
banyak kemudahan, serta sebagai cara baru untuk aktivitas manusia.
Khusus dalam bidang
teknologi orang telah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi yang
telah dihasilkan dalam dekade terakhir. Namun, meskipun pada awalnya diciptakan
untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan penggunaan istilah
negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.
Pengertian
Teknologi Informasi
Teknologi Informasi dan
Komunikasi / TIK (Information and
Communication Technologies / ICT) adalah payung besar terminologi yang
mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.
TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses,
penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan
teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan
alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke
lainnya.
Ada tiga kata yang harus
kita pahami sebelumnya, yaitu:
1.
Information (informasi) : hasil dari data
yang diolah dan menerangkan sesuatu serta berguna bagi yang mengetahuinya
2.
Communications (komunikasi) : pengiriman dan
penerimaan pesan atau berita antara 2 pihak atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami
3.
Technology (teknologi) : kemampuan teknik
yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis.
Pengenalan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat membuat perubahan pesat dalam kehidupan
yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK.
Melalui perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, kita bisa mencari,
mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan
efektif. TIK akan memudahkan kita, mendapatkan ide dengan cepat dan
bertukar pengalaman dari berbagai
kalangan.
Dengan demikian, diharapkan
dapat mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga
kita dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan
TIK secara tepat dan optimal, termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang
akan datang.
Secara khusus, tujuan
mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1.
Menyadarkan kita akan potensi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi
untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar
sepanjang hayat.
2.
Memotivasi kemampuan kita agar bisa
beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan
menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri
3.
Mengembangkan kompetensi kita dalam
menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan
belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari
4.
Mengembangkan kemampuan belajar berbasis
TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong
kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan
terbiasa bekerjasama.
5.
Mengembangkan kemampuan belajar mandiri,
berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan
masalah sehari hari.
Peran
Teknologi Informasi dalam bidang Ekonomi
Dalam perekonomian suatu
negara, teknologi informasi mulai dirasa mempunyai peran yang penting dalam
perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi informasi,
perekonomian suatu negara mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan.
Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang
berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai
masalah yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi
terciptauntuk memfasilitasinya. Perkembangan teknnologi juga membawa pengaruh
yang signifikan dalam kegiatan ekonomi dan bisnis.
Perekonomian suatu negara
dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikai di negara
tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi maka semakin tinggi
pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun perkembangan teknologi
informasi ini juga memiliki sisi negatif, dimana banyak penyalahgunaan teknologi
dalam melakukan tindak kriminal.
Adapun peran Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam bidang ekonomi antara lain sebagai berikut :
1.
E-Banking
E-banking didefinisikan sebagai penghantaran otomatis
jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran
komunikasi interaktif. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar
elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon. Saluran dari e-Banking
yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
a. ATM,
Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran
e-Banking paling populer yang kita kenal. Fitur tradisional ATM adalah untuk
mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai.
b. Phone
Banking, ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi
dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah,
namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula
nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada.
c. Internet
Banking, ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah
melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Keuntungan internet banking bagi nasabah
antara lain dapat menghemat waktu karena tidak perlu datang ke bank untuk
melakukan transaksi, menghemat biaya karena transportasi menuju ke bank dapat
dihilangkan dan lebih cepat, karena tidak perlu menunggu antrean yang banyak.
d. SMS/m-Banking,
saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang
memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS.
Di balik kemudahan
e-Banking tersimpan pula resiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik.
Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN);
sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah
diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk
internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk
mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta
untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.
2.
E-Commerce
Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah
penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem
elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data
elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data
otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang
ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan
dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM
(supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online
(online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction
processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI),
dll.
Keuntungan dari e-commerce adalah dapat menjual
produknya kepada lebih banyak orang, perusahaan tidak perlu membuka banyak
cabang distribusi, biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikurangi karena
perusahaan tidak perlu menyediakan toko yang besar dan pegawai yang banyak,
karena biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dikurangi, maka harga barang
dapat dijual lebih rendah, barang yang dijual lebih murah dapat meningkatkan
daya saing perusahaan, konsumen tidak perlu mendatangi toko untuk mendapatkan
barang.
Konsumen cukup ke Internet dan memesan barang, barang
akan diantar ke rumah, pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi
dalam berbelanja, konsumen mempunyai banyak pilihan, karena dapat membandingkan
semua produk yang ada di internet, konsumen dapat membeli barang yang terdapat
di negara lain dan harga barang yang dibeli menjadi lebih rendah.
Dampak
Teknologi Informasi dalam Bidang Ekonomi
Terdiri atas:
1.
Dampak Positif Teknologi Informasi dalam
Bidang Ekonomi
Teknologi yang berkembang pesat, baik teknologi
informasi, komunikasi, maupun transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan
melewati batas-batas negara. Lebih lanjut dampak positif teknologi informasi
dan komunikasi di bidang ekonomi adalah:
a. Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi
b. Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi,
akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang
diperlukan.
c. Kemajauan
ekonomi dalam bidang kedokteran mampu menjadikan produk kedokteran menjadi
komoditi
d. Semakin
maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan
e. Dengan
fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan
mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk
f. Perusahaan
dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak
dibatasi tempat dan waktu
g. Perusahaan
tidak perlu membuka cabang distribusi
h. Pengeluaran
lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak
i. Harga
barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah.
j. Bisnis
yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah
transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan.
2.
Dampak Negatif Teknologi Informasi dalam
Bidang Ekonomi
Beberapa dampak negatif dari Teknologi Informasi dan
Komunikasi di bidang pemerintahan, antara lain:
a. Dengan
mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan
pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi
narkoba
b. Hal
yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan
yang mengakibatkan kerugian financial yang besar
c. Dengan
kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya terjadi
kasus penipuan dalam perdagangan online
d. Karena
sifatnya yang langsung (real time), cara belanja dengan menggunakn kartu kredit
adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat
internetpun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat
yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan
kartu kredit) online dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya
mereka menggunakan data yang mereka daptkan untuk melakukan kejahatan
e. Cybercrime
: Cybercrime adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet
di dunia maya. Perbuatan ini dilakukan secara ilegal yang menyebabkan kerugian
yang sangat besar. Contohnya mencoba masuk ke jaringan dengan masuk
mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan
f. Hacking
: Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari
kelemahan system jaringan. Seperti hacking pada facebook yang sering terjadi
sebagai sarana untuk jual beli online sehingga menimbulkan kerugian bagi
penjual ataupun pembeli
g. Cracking
: Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah
atau menghancurkan file yang di simpan pada jaringan tersebut. Dalam dunia
bisnis online hal ini menimbulkan kerugian yang besar.
h. Kekekrasan
dan Gore. Kekejaman dan kesadisan juga ditampilkan dalam dunia bisnis internet.
Karena segi bisnis dan isi di internet tidak terbatas, maka para pemilik situs
menggunakan segala macam cara untuk dapat menjual situs mereka, salah satunya
dengan menunjukkan hal-hal yang tabu.
i. Saling
menghujat di media sosial karena pengambilan foto-foto testimony ataupun
foto-foto produk yang dijual tanpa izin.
Contoh
Penerapan TIK Dalam Bidang Ekonomi
Populasi manusia semakin
bertambah setiap tahun. Dampaknya terlihat pada peningkatan kebutuhan akan
pangan sehingga banyak orang yangmemutuskan untuk menjalankan bisnis di bidang
makanan. Industri makanan diperkirakan merupakan sektor pendukung ekonomi di berbagai
negara dengan keuntungan yang besar. Berdasarkan National Restaurant
Association, sebuah organisasi pendukung dalam melakukan bisnis di bidang
makanan, layanan industri makanan akan mengalamai peningkatan nilai jual yang
akan melebihi angka 632 miliar dollar di masa yang akan datang. Hal ini
mendorong banyak restoran akan menggunakan teknologi untuk membantu banyak
aspek seperti penjualan dan pelayanan.
Beberapa aplikasi yang
sudah digunakan di berbagai restoran atau industri makanan adalah penggunaan
kartu kredit untuk melakukan pembayaran dan pemesanan makanan dengan
menggunakan aplikasi berbasis layar sentuh. Akan tetapi, ada beberapa teknologi
yang lebih canggih telah digunakan berbagai toko yang dapat mendorong potensi
berkembangnya bisnis makanan secara global. Teknologi tersebut di antara lain :
1.
Mesin vendor makanan berbasis touchscreen
Mesin vendor seperti MooBella yang menjual es krim dapat
memproduksi berbagai variasi rasa es krim dalam waktu yang cepat yakni sekitar
40 detik. Contoh lainnya adalah mesin Coca-Cola’s Freestyle Soda Fountain yang
dapat menghasilkan minuman dengan berbagai rasa sesuai keinginan hanya dengan
satu mesin berbasis layar sentuh. Dari segi biaya, mesin ini memang tidak dapat
dikatakan murah. Akan tetapi, kebutuhan masyarakat yang lebih bervariasi dari
waktu ke waktu dapat mendorong daya jual produk dari mesin sehingga akan
menutupi biaya pembelian mesin.
2.
Pengelolaan restoran dengan aplikasi
berbasis tablet pc
Breadcrumb
merupakan suatu aplikasi yang menyediakan tampilan visual dari meja, menu
makanan dan bahan makanan yang digunakan, informasi pembayaran makanan, dan
tiket pemesanan meja yang menggunakan perangkat berupa tablet pc. Aplikasi ini
akan mengirim semua data yang dipesan pelanggan restoran langsung ke dapur
sehingga akan mempermudah pelayanan dan mempercepat produksi makanan. Biaya
yang harus dikeluarkan untuk menggunakan aplikasi ini berkisar antara $99
hingga $399 tanpa ada tambahan untuk setiap update aplikasi.
3.
Tenaga penghasil biodiesel otomatis
Chico, perusahaan penghasil biodiesel menciptakan sebuah
prosesor BioPro untuk menciptakan bahan bakar dengan menggunakan minyak bekas
baik minyak hewani maupun nabati. Hal ini tidak hanya mengaplikasikan konsep
eco-friendly melainkan juga mengurangi biaya untuk menggunakan peralatan masak
seperti alatpenggorengan khususnya dalam restoran siap saji. BioPro 190
merupakan prosesor yang berharga $9,995 merupakan prosesor dengan harga dan
kapasitas terendah yang dapat digunakan untuk investasi restoran.
4.
LED Alert Systems
Berbagai karyawan yang berbeda bahasa dan kesibukan di
dapur restoran dapat membingungkan karyawan dalam bekerja. Dengan adanya Power
Soak’s Silent Alert System produksi Kansas City, Mo., karyawan dapat mengetahui
waktu yang tepat untuk menggunakan beberapa peralatan masak dengan adanya sinar
yang akan menyala, misalnya sistem akan memberitahukan karyawan untuk
tugas-tugas yang didasarkan pada waktu seperti kapan panci telah dicuci dan
siap untuk digunakan kembali.
5.
Pemantauan menggunakan webcam
Vision Enabled
Training, sebuah sistem produksi Elmwood Park, dapat merekam
kerja karyawan dalam persiapan makanan dan berbagai area lain untuk mendeteksi
apakah ada pelanggaran terhadap peraturan kesehatan dan keselamatan kerja.
Percobaan terhadap sistem ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanda pengenal
karyawan yang dilengkapi alat transmisi untuk memberitahukan sistem apakah
karyawan menggunakan sarung tangan ketika menyiapkan makanan atau tidak.. Hal
ini penting bagi pihak manajemen untuk memutuskan kapan pelatihan pelayanan
diperlukan.
Tentang Penulis
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.