S1 Teknik Informatika Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 144 dibaca

Mengenal Fungsi DBMS (Database Management System)

T

TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom

5 Juli 2022

Bagikan:
Mengenal  Fungsi DBMS (Database Management System)

Data adalah sekumpulan informasi seperti teks, angka, dan media, yang semuanya bisa dikelola dalam database. Nah, data ini dikontrol oleh sebuah sistem yang disebut DBMS. Jadi, DBMS adalah sistem yang menjembatani user dan database untuk mengelola data, database engine, dan skema.

DBMS mengoptimalkan pengelolaan data menggunakan teknik skema database yang disebut normalisasi. Hasilnya, tabel data besar akan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk meminimalkan redundansi dan dependensi. 

Selain itu, DBMS mendukung akses konkuren sehingga beberapa user bisa berinteraksi dengan database secara bersamaan, tapi tetap mempertahankan integritas data. DBMS berjalan menggunakan command sistem. Dengan menginput command, administrator database akan memberikan instruksi untuk mengambil, mengubah, atau memuat data yang ada.


Nah, DBMS biasanya terdiri dari beberapa komponen terintegrasi yang melakukan tugas pengelolaan data:

Storage engine. Storage engine atau mesin penyimpanan adalah elemen inti DBMS yang berinteraksi dengan sistem file di tingkat sistem operasi.

Query language. Contohnya termasuk Structured Query Language (SQL) dan MongoDB Query Language (MQL), keduanya digunakan untuk berinteraksi dengan database.

Query processor. Komponen ini menafsirkan kueri user sehingga database bisa memahami command yang diinput.

Optimization engine. Memberikan insight tentang performa dan kueri database.

Metadata catalog. Komponen ini bertindak sebagai repositori objek database. Setiap objek yang dibuat akan disimpan di sini. Katalog ini digunakan untuk memverifikasi kueri user dan memberikan detail struktur database.

Log manager. Komponen ini melacak aktivitas pengguna, login, backup, dan tindakan lain yang dilakukan dengan DBMS.

Reporting and monitoring tool. Utilitas ini menghasilkan laporan dan memantau penggunaan resource DBMS.

Data utilities. Tool tambahan yang melakukan tugas backup dan recovery, validasi data, perbaikan database, dan pengecekan integritas data di shared server atau private server Anda.


Jenis DBMS

DBMS dikategorikan berdasarkan distribusi database, model data, dan jumlah user yang didukung. Berikut ini adalah 3 jenis DBMS yang paling utama:

Relational Database Management System (RDBMS)

Relational Database Management System memiliki antarmuka yang user-friendly dan menggunakan data terstruktur dalam bentuk tabel dengan relasi yang telah ditentukan sebelumnya.  RDBMS menggunakan SQL agar bisa berinteraksi dengan database.


Fitur-fitur yang membedakan RDBMS dengan DBMS adalah:

  • Struktur. Data disusun dalam format tabel.
  • Pengguna. RDBMS mendukung banyak user yang mengoperasikannya secara bersamaan.
  • Program. Mengontrol relasi antartabel data yang tergabung.
  • Data. RDBMS bisa menangani data dalam jumlah besar.
  • Database terdistribusi: Mendukung database terdistribusi, sedangkan DBMS tidak mendukungnya.
  • Redundansi data: RDBMS memiliki kunci dan indeks untuk mencegah redundansi data. Sementara itu, DBMS biasanya tidak memiliki fitur semacam ini.


Document Database Management System (DoDBMS)

Document Database Management System atau DoDBMS mengelola data dalam file yang mirip dengan JSON, yang hampir tidak memiliki struktur relasional. 

Sistem ini biasanya menggunakan MongoDB Query Language untuk operasi database, termasuk membaca dan menulis.


Columnar Database Management System (CDBMS)

CDBMS mengelola database dalam format kolom untuk mencapai performa tinggi. Sistem ini menyediakan pemrosesan analitik yang cepat karena membaca data secara efisien. Itulah sebabnya bisnis dengan data yang memerlukan kapasitas disk besar biasanya menggunakan CDBMS.

T

Tentang Penulis

TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya