Bagikan:
arrow_back Kembali ke Artikel Meteor adalah framework yang dapat digunakan pada sebagian besar pengembangan sebuah perangkat lunak, mulai dari pengembangan back-end, pengelolaan database, logika bisnis, hingga rendering front-end. Framework ini bukan hanya terkenal sebagai framework JavaScript saja, melainkan juga Isomorphic Development Ecosystem (IDevE), dimana Anda bisa membuat web app yang berjalan real time.
Fitur-Fitur Meteor:
- Distributed Data Protocol – Secara otomatis melakukan perubahan sesuai permintaan klien tanpa harus menulis kode sinkronisasi.
- Universal app – Kode yang sama untuk web browser dan perangkat mobile.
- Package/paket – Untuk mempermudah instalasi dan proses pemrograman.
- Meteor galaxy – Layanan Cloud untuk penyebaran app meteor.
Kelebihan Meteor:
- Dapat membuat prototype dengan cepat.
- Dapat menghasilkan kode lintas platform (cross-platform), yaitu android, iOS, dan website.
- Pengkodean sederhana dan mudah dipahami pemula.
- Dapat dikombinasikan dengan AngularJS dan React.
- Dapat digunakan sebagai full-stack development atau seluruh siklus pembangunan program, mulai dari perencanaan hingga pengembangan.
- Memiliki fitur bawaan seperti, automatic CSS, template reactif, dan minifikasi JS di server produksi.
- Menggunakan kode JS isomorfik, kode yang sama di front-end dan back-end, mobile app dan website.
- Developer tidak perlu menginstal atau mengkonfigurasi berbagai manajer modul, library, driver, API, dan lainnya.
Kekurangan Meteor:
- Terintegrasi dengan MongoDB.
- Tidak cocok untuk membangun aplikasi besar dan kompleks.
- Baca juga: Web Developer: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Dibutuhkan
T
Tentang Penulis
TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.