Mengenal Algoritma, Kunci Penting dalam Pembuatan Program
ZAENAL MUSTOFA, S.Kom, M.Kom
21 Desember 2021
Dewasa ini, banyak orang yang masih penasaran mengenai apa itu
algoritma? Padahal, algoritma adalah sebuah perangkat yang penting, khususnya
di dunia pemrograman.
Sebagai
contoh, ia merupakan trik yang digunakan YouTube agar kamu mau menonton video
yang ia rekomendasikan. Cukup menarik bukan?
Untuk
yang sudah lama menggeluti dunia teknik informatika,
pasti sudah tak asing lagi dengan istilah ini.
Akan
tetapi, untukmu yang baru menguliknya pasti belum memahami komponen, ciri-ciri,
serta tujuan dibentuknya perangkat satu ini.
Tenang
saja, agar lebih jelas, Glints sudah kupas serba-serbinya khusus buat kamu.
Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Pengertian Algoritma
Sebelum membahas komponen dan ciri-cirinya, pertama-tama kita
perlu mengulas apa itu yang dimaksud dengan algoritma.
Menurut
laman BBC
Bitesize, algoritma adalah sederet aturan, tata cara, dan panduan
yang dapat digunakan untuk memecahkan sebuah masalah dalam sistem atau
aplikasi.
Uniknya,
semua aturan di dalamnya harus dilakukan secara urut. Jika tidak, masalah dalam
sistem tidak akan terpecahkan.
Sebagai
contoh, kamu harus pergi ke luar rumah. Nah, kamu tentu menggunakan kaus dulu,
baru memakai jaket.
Apabila
kamu mengacak urutan ini, hasil akhirnya akan berbeda. Tujuan akhir juga takkan
tercapai.
Gambaran
lain dari algoritma adalah resep makanan. Di sana, ada cara membuat yang wajib
diikuti urutannya. Jika tidak diikuti dengan baik, hasil akhir makanan bisa
jadi mengecewakan.
Dalam
bahasa Inggris, istilah ini disebut dengan algorithm. Dalam bahasa
Indonesia, ia juga kerap disebut dengan algoritme.
Lantas,
dalam konteks teknologi, apa sebenarnya algoritma itu?
Kata Think Automation, ia
tetaplah sebuah panduan urutan. Akan tetapi, panduan ini dibuat untuk
menjalankan suatu aksi atau tugas komputer.
The National memberikan
algoritma mesin pencari sebagai contoh. Misalnya, kamu mengetik “cara
jadi programmer” di sana.
Nah,
mesin pencari itu akan bekerja sesuai dengan algoritmanya. Apakah suatu artikel
punya kata kunci yang tepat? Berapa usia artikel itu?
Pertanyaan-pertanyaan
tadi akan dikumpulkan jawabannya.
Setelah
itu, mesin pencari memilih, artikel mana yang layak ada di urutan pertama.
Bagaimana dengan urutan kedua dan seterusnya?
Langkah
pertanyaan dan pengambilan keputusan mesin pencari ini disebut dengan
algoritma. Apa saja yang harus ia lakukan sebelum menemukan “solusi” dari
“masalah”-mu?
Contoh
lainnya ada di bawah ini. Misalnya, kamu meminta komputer menghitung jumlah
angka A dan B.
Algoritma
untuk perintah itu adalah:
Perkembangan Algoritma
Ternyata, algoritma bukan barang baru, lho. Menurut Mashable, ia sudah
muncul sejak era Babilonia.
Tentu
saja, penggunaannya bukan pada dunia komputer. Saat itu, algoritme digunakan
sebagai alat bantu pertanian.
Urutan
pekerjaan ini baru digunakan di komputer pada pertengahan abad ke-20. Penerapan
persisnya adalah dunia militer.
Saat
itu, mereka memikirkan cara menembak pesawat yang sedang bergerak. Ternyata,
algoritma adalah jawabannya.
Algoritma
baru masuk ke komputer modern lewat Google. Saat itu, Larry Page dan Sergey
Brin menuliskan Google PageRank Algorithm.
Di
sana, tertulis bagaimana Google menentukan urutan hasil pencarian. Mereka tak
sekadar mencari informasi dasar dari artikel, lho.
Google
juga dilatih untuk membaca sinyal-sinyal penting lainnya. Ternyata, trik
pemanfaatan algoritma ini meningkatkan kualitas hasil pencarian.
Inilah
yang membuat penggunaan algoritma semakin masif.
Bagaimana
Instagram memilih konten yang tepat untukmu? Bagaimana Facebook menentukan apa
yang harus ada di News Feed-mu? Algoritma adalah jawabannya.
Alat
elektronik sederhana juga punya algoritma. Hal ini misalnya terlihat pada
bagaimana indikator bensin mobil menunjukkan jumlah isinya.
Selain
itu, sistem autopilot pesawat dan mobil tanpa pengemudi juga
menggunakan teknologi ini, lho.
Biar
bagaimanapun, algoritma bukan ciptaan tanpa cela. Ingat, pembuatnya, yakni
manusia, juga punya sederet kekurangan.
Melansir Vox, sistem kemudi
otomatis sebuah mobil bisa diminta belok di tempat yang tidak seharusnya. Ini
tentu membahayakan keselamatan kita di jalanan.
Meskipun
demikian, algoritme terus-menerus disempurnakan. Oleh karena itu, meski punya
banyak kekurangan, ia diprediksi akan terus digunakan.
Ciri-Ciri Algoritma
Setelah mengetahui apa itu yang dimaksud dengan algoritma, kamu
juga perlu memahami karakteristiknya.
Dirangkum
dari Tutorialink dan CodeSansar, ini dia informasi mengenai
ciri-ciri algoritma.
·
tidak ambigu, tiap tahap hanya punya satu makna
·
ada input, minimal 0,
bisa lebih
·
ada output, minimal
1, bisa lebih
·
ada batas jumlah langkah
·
layak, sesuai dengan sumber daya yang ada
·
independen, tidak bergantung bahasa pemrograman tertentu
·
efektif dan efisien, satu tahap bersifat sederhana dan punya batas
waktu
Komponen Algoritma
Apakah kamu ingin mendesain algoritma? Jangan buru-buru,
mengetahui ciri-cirinya saja tidak akan cukup. Sebab, ada beberapa komponen di
dalamnya yang harus kamu perhatikan.
Dirangkum
dari Geeks for Geeks, berikut
adalah beberapa komponen dalam algoritma:
·
masalah atau tugas yang harus ia selesaikan
·
input untuk menyelesaikan tugas
·
output yang diharapkan
·
kendala yang mungkin muncul saat ingin melakukan tugas atau
menyelesaikan masalah
·
solusi masalah atau tugas jika ada kendala
Perbedaan Algoritma dan Program
Melansir Geeks for Geeks, program
adalah instruksi yang harus diikuti komputer. Lantas, seperti apa itu perbedaan
program dan algoritma.
Algoritma
sejatinya adalah panduan yang ditulis dalam bahasa manusia. Istilah untuk jenis
bahasa ini adalah natural language.
Hal
tersebut berbeda dengan program. Ia ditulis langsung menggunakan berbagai
jenis bahasa pemrograman oleh
seorang programmer.
Tentang Penulis
ZAENAL MUSTOFA, S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.





