Management Proyek
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
2 Agustus 2022
Management
proyek
Pengertian
Proyek
Proyek
Merupakan upaya sementara yang dilakukan dalam suatu industri untuk menciptakan
sebuah produk, layanan, atau hasil yang unik. Sebuah proyek bersifat sementara
karena memiliki awal dan akhir waktu yang pas, dan karenanya menentukan lingkup
dan sumber daya.
Dan sebuah
proyek bersifat unik, dikarenakan bukan merupakan operasi rutin, tetapi
merupakan serangkaian operasi khusus yang dirancang untuk mencapai satu tujuan.
Jadi, tim proyek seringkali melibatkan orang-orang yang biasanya tidak bekerja
bersama, kadang-kadang dari organisasi yang berbeda dan dari bisa lintas
geografi.
Salah satu
contoh proyek yaitu, pengembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis,
pembangunan gedung atau jembatan, upaya pemulihan setelah bencana alam, perluasan
penjualan ke pasar geografis baru, riset, penyusunan sebuah buku dan lain-lain.
Inti dari kegiatan suatu proyek yaitu adanya kegiatan awal dan juga akhir dari
suatu proses kerja.
Pengertian
Manajemen
Manajemen
adalah suatu proses untuk memanfaatkan sumberdaya manusia dan sumber daya
lainnya untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga tujuan tersebut tercapai
secara efisien/tepat guna dan efektif/hasil guna. Maka dapat disimpulkan bahwa
Manajemen Proyek adalah Suatu proses manajemen pada suatu proyek dari awal
hingga akhir proyek agar tujuan proyek tercapai dengan baik, tepat waktu,
sesuai mutu yang disyaratkan dan sesuai biaya yang disediakan. Manajemen Proyek
merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan
proyek agar memenuhi persyaratan proyek. Dan semua harus dikelola secara ahli
untuk memberikan hasil yang tepat waktu, sesuai anggaran, pembelajaran dan
integrasi yang dibutuhkan organisasi.
Tahapan
Manajemen Proyek
Dalam
pelaksanaan proyek, tahapan manajemen menggambarkan proses level tingkat tinggi
untuk mencapai suatu kesuksesan dalam suatu proyek. Tahapan manajemen proyek
ini menjadi suatu rangkaian tahapan-tahapan yang akan dilalui dari proses awal
pelaksanaan proyek hingga proses proyek selesai.
Salah satu
tujuannya untuk mengurangi hambatan yang dampaknya di kemudian hari tidak akan
mengganggu pelaksanaan. Untuk mengurangi hambatan tersebut, ada 4 tahapan
manajemen proyek yang bisa Anda lakukan dalam pelaksanaan proyek, yaitu:
Inisiasi Proyek
Hal
pertama yang harus diperhatikan adalah mengidentifikasikan kebutuhan bisnis,
permasalaham, atau peluang, dan melakukan brainstorming kepada tim Anda untuk
menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan proyek, menyelesaikan masalah, dan
menemukan peluang. Pada tahap ini, Anda harus mengetahui apa tujuan proyek
Anda, menentukan apakah proyek Anda layak, dan mengidentifikasi hasil
utama/hasil akhir dari proyek yang akan Anda kerjakan.
Dari
tahapan inisiasi proyek ini, Anda dapat menerapkan langkah-langkah yang
mencakup hal berikut ini:
- Melakukan studi kelayakan.
- Mengidentifikasikan ruang lingkup.
- Mengidentifikasikan hasil akhir yang dituju dalam
proyek.
- Menentukan stakeholders.
- Mengembangkan sebuah studi kasus.
Perencanaan Proyek
Setelah
proyek disetujui berdasarkan identifikasi inisiasi, tahap selanjutnya yang
dilakukan adalah perencanaan. Pada tahap ini, Anda harus melakukan break down
dari proyek yang besar menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, membangun tim, dan
menyiapkan jadwal untuk menyelesaikan tugas-tugas.
Dari
tahapan perencanaan proyek ini, Anda dapat menerapkan langkah-langkah yang
mencakup hal berikut ini:
- Membuat perencanaan proyek.
- Membuat diagram alur kerja.
- Melakukan estimasi biaya.
- Mengumpulkan sumber daya.
- Mengidentifikasi risiko dan mengantisipasi risiko
yang berpotensi menjadi penghalang selama proyek berlangsung.
Eksekusi Proyek
Selama
persetujuan proyek, pengembangan rencana, dan membangun tim proyek yang telah
dilakukan, tahapan selanjutnya yang harus dilaksanakan adalah eksekusi. Tahapan
ini mengubah rencana yang sudah Anda buat menjadi tindakan / pekerjaan yang
harus Anda kerjakan.
Dari
tahapan eksekusi proyek ini, Anda dapat menerapkan langkah-langkah yang
mencakup hal berikut ini:
- Membuat tugas dan mengatur alur kerja.
- Memberikan briefing kepada tim Anda mengenai tanggung
jawab dan tugas yang sudah dibuat.
- Membangun komunikasi yang baik dengan tim, klien, dan
manajemen.
- Melakukan monitoring kualitas kerja tim.
- Mengatur budget.
Penutupan Proyek
Pada
tahapan penutupan / penyelesaian proyek ini, Anda memberikan hasil akhir,
membubarkan tim proyek, dan menentukan keberhasilan proyek. Pada tahap ini Anda
juga harus melajkan evaluasi manakah proyek yang berhasil dan juga tidak pada
proses pelaksanaan proyek berlangsung.
Dari
tahapan terakhir ini, Anda harus menerapkan langkah-langkah yang mencakup hal
berikut ini:
- Menganalisa performa proyek.
- Menganalisa performa tim.
- Mendokumentasikan hasil akhir proyek.
- Melakukan review pasca implementasi proyek.
- Melakukan evaluasi budgeting yang digunakan dan yang
tidak digunakan pada pelaksanaan proyek
Metodologi
Pengetahuan
Manajemen Proyek mengacu pada sebuluh bidang antara lain; Integrasi, Lingkup
Proyek, Waktu, Biaya, Kualitas, Pembelian, Sumber Daya Manusia, Komunikasi,
Manajemen Resiko, Manajemen Pemangku Kepentingan.
Menurut
Project Management Institute (PMI), metodologi proyek adalah sistem, teknik,
prosedur dan aturan yang digunakan dalam suatu disiplin ilmu. Contoh dari
metodologi manajemen proyek adalah Lean Practices, Kanban, Six Sigma, dan beberapa metode proyek lainnya.
Terdapat
beberapa metodologi proyek yang dapat anda pilih, namun tidak ada metodologi
yang sepenuhnya benar. Artinya, tidak ada metodologi yang sempurna untuk setiap
proyek, dan masing-masing proyek memiliki karakteristiknya sendiri. Setiap proyek
berbeda dalam scope, kebutuhan dan permasalahannya. Oleh karena itu
implementasi dan metodologi yang dipakai dalam proyek pasti berbeda-beda.
1.
Agile
Agile adalah salah satu metodologi proyek terbaik, biasa digunakan untuk
proyek iterarive dan incremental. Metodologi ini
menggabungkan proses permintaan dan solusi yang berkolaborasi dalam suatu
organisasi dan kerjasama Tim bersama pemilik proyek. Sewaktu diciptakan, metode
agile ini berfungsi untuk pengembangan software.
2.
Scrum
Metode project
management lainnya adalah scrum. Tujuan metode ini adalah untuk membangun
produk yang memiliki kompleksitas tinggi melalui kolaborasi, akuntability, dan
proses iterasi. Perbedaan dengan metode proyek lainnya adalah scrum beberapa istilah
yaitu scrum roles, scrum events, scrum artifacs.
3.
Kanban
Kanban merupakan metode hasil pengembangan Agile. Metode ini berfokus pada
kolaborasi dan manajemen tim. Metode ini juga dipakai di pabrik Toyota pada
tahun 1941, dan ditujukan untuk mendeteksi bottleneck pada proses produksi.
4.
Lean
Lean Methodology menekankan customer value dan meminimalisir limbah. Metode ini
bertujuan untuk memberikan nilai lebih kepada pemilik proyek dengna sumber daya
proyek yang ada.
5.
Waterfall
Metode waterfall bersifat liner, sequential dimana proses mengalir ke satu arah
saja seperti air terjun. Metode ini memiliki kekurangan yaitu sangat kaku,
namun menekankan pentingnya dokumentasi, sehingga apabila pekerja proyek
meninggalkan proyek, dia dapat digantikan oleh pekerja lain berdasarkan dokumen
yang ada.
6.
Critical Path Method
Metode Critical Path Method alias CPM merupakan metode
yang digunakan dengan cara membuat model dan memetakan aktivitas proyek,
termasuk durasi proyek. Untuk tugas yang saling bergantung, pencapaian, dan
gambaran lebih besar beserta tenggat waktu digambarkan secara detail dalam
metode ini. Dengan informasi ini, akan diketahui cara tercepat untuk
menyelesaikan proyek dengan sedikit masalah.
7.
Critical Chain Project Management
Critical Chain Project Management atau CCPM, merupakan
metode yang berfokus pada sumber daya yang akan digunakan untuk menyelesaikan
proyek seperti anggota tim, kantor, peralatan, dan lain lain. CCPM lebih
bertjuan untuk menyeimbangkan sumber daya yang ada ke banyaknya proyek yang ada
dan lebih bersifat flexible.
8.
Six Sigma
Dalam metode ini, proses yang tidak berjalan akan
dihilangkan dalam proses. Dna juga menggunakan pendekatan secara empiris dan
statistikal dan ahli-ahli dalam bidang ini. Six Sigma cocok digunakan pada
perusahaan berskala besar untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek
melalui metodologi data proyek.
9.
Event Chain Methodology
Event Chain Methdology merupakan metode yang menekankan
berbagai hal yang bisa memengaruhi jalannya suatu proyek. Dengan mengetahui
faktor-faktor tadi, jadwal dan timeline dari suatu proyek bisa direncanakan
lebih matang.
10.
Extreme Project Management
Seperti namanya, Extreme Project Management adalah jawaban
dari metode proyek tradisional yang kaku. Periode yang pendek dan terbuka
terhadap perubahan, budget, atau perencanaan proyek dapat dilakukan pada prosee
implementasi proyek dengan menggunakan metode ini.
11.
PMI
PMI/PMBOK merupakan singkatan dari Project Management Institute/Project
Management Body of Knowledge. Dalam PMBOK, ada 5 proses yang harus dijalankan
dalam setiap proyek yaitu: initiating,
planning, executing, monitoring and controlling dan clossing. PMI/PMBOK
bukan sebuah metode baku namun merupakan pedoman atas manajemen proyek
secara umum. Namun PMBOK dapat digunakan untuk menilai implementasi proyek itu
sendiri.
Tentang Penulis
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.