Komunikasi
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
7 Maret 2022
KOMUNIKASI
Istilah komunikasi berasal
dari kata Latin Communicare atau
Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita
berkomunikasi dengan orang lain, berarti
kita berusaha agar apa yang
disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Pengertian
Komunikasi
Komunikasi adalah “suatu
proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan
masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan
lingkungan dan orang lain”. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan
atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada
bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat
dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu. Cara seperti ini
disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
1.
Komunikasi adalah kegiatan pengoperan
lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang
terlibat dalam kegiatan komunikasi
(Astrid).
2.
Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau
kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan
(Roben.J.G).
3.
Komunikasi adalah sebagai pemindahan
informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
4.
Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan
persamaan dengan orang lain (Schram,W)
5.
Komunikasi adalah penyampaian dan memahami
pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial
(Modul PRT, Lembaga Administrasi).
Tujuan
Komunikasi
Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan
proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.
Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.
Mempengaruhi perilaku seseorang
3.
Mengungkapkan perasaan
4.
Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku
orang lain
5.
Berhubungan dengan orang lain
6.
Menyelesaian sebuah masalah
7.
Mencapai sebuah tujuan
8.
Menurunkan ketegangan dan menyelesaian
konflik
9.
Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang
lain
Proses
Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu
proses yang mempunyai komponen dasar
sebagai berikut :
Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :
Pengirim
pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang
yang mempunyai ide untuk disampaikan
kepada seseorang dengan harapan dapat
dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.
Pesan adalah informasi yang akan disampaikan
atau diekspresikan oleh pengirim
pesan. Pesan dapat verbal atau non
verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
1.
Informasi
2.
Ajakan
3.
Rencana kerja
4.
Pertanyaan dan sebagainya
Simbol/
isyarat
Pada tahap ini pengirim
pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer
menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan,
kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan
penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap,
perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
Media/penghubung
Adalah alat untuk
penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya.
Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan,
situasi dsb.
Mengartikan
kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya)
maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga
dapat dimengerti /dipahaminya.
Penerima
pesan
Penerima pesan adalah orang
yang dapat memahami pesan dari
sipengirim meskipun dalam bentuk
code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
Balikan
(feedback)
Balikan adalah isyarat atau
tanggapan yang berisi kesan dari
penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang
pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini
penting bagi manajer atau pengirim pesan
untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan
tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan
penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya
merupakan balikan langsung yang
mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan
itu akan dilaksanakan atau tidak.
Balikan yang diberikan oleh
orang lain didapat dari pengamatan
pemberi balikan terhadap perilaku maupun
ucapan penerima pesan. Pemberi balikan
menggambarkan perilaku penerima pesan
sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk
memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu
untuk menumbuhkan kepercayaan serta
keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
Gangguan
Gangguan bukan merupakan
bagian dari proses komunikasi akan
tetapi mempunyai pengaruh dalam proses
komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu
kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi
sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.
Dasar
Komunikasi
Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat.
Niat
menyangkut :
1.
Apa yang akan disampaikan
2.
Siapa sasarannya
3.
Apa yang akan dicapai
4.
Kapan akan disampaikan
Minat,
ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
1.
Faktor obyektif : merupakan rangsang yang
kita terima
2.
Faktor subyektif : merupakan faktor yang
menyangkut diri si penerima stimulus
Pandangan,
merupakan makna dari informasi yang disampaikan
pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada
pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Lekat,
merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat,
merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.
Jenis
Komunikasi
Pada dasarnya komunikasi
digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia
atau kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1.
Komunikasi verbal dengan kata-kata
2.
Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa
tubuh
Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek
berupa ;
1.
Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi
tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak
dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
2.
Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih
efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak
terlalu cepat atau terlalu lambat.
3.
Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan
secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang
berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam
berkomunikasi.
4.
Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang
bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu
menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan
harus diingat bahwa humor adalah merupakan
satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
5.
Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif
bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya
sehingga lebih mudah dimengerti.
6.
Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis
yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang
bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar
atau memperhatikan apa yang disampaikan.
Komunikasi
Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian
pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non
verbal memberikan arti pada komunikasi
verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan
komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
1.
Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk
berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya
jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan
kemauan untuk memperhatikan bukan
sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata
juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang
lainnya
2.
Sentuhan adalah bentuk komunikasi
personal mengingat sentuhan lebih
bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh,
dukungan emosional, kasih sayang atau
simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
3.
Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara
seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi
dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan
tingkat kesehatannya.
4.
Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas
panjang, tangisan juga salah satu ungkapan
perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi.
Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis
atau suara dapat menjadi pesan
yang sangat
5.
Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas
pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti
mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan
selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress
bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress.
Bentuk
Komunikasi
Komunikasi
sebagai proses memiliki bentuk :
Bentuk Komunikasi berdasarkan
1.
Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat. Komunikasi
berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan
isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.
2.
Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat
gandakan jumlah penerima penerima pesan
(sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya
menggunakan radio, buku, dll.
Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya
Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya
sasaran :
Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan
sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Baca Juga : Pengertian Etika/Etiket Dan
Etiket/Etika Di Dalam Bekomunikasi Beserta Contohnya
Komunikasi masa yang baik harus :
Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok
pendengar (radio)
Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok
orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung
dan timbal balik.
Komunikasi perorangan.
Adalah
komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.
Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :
Komunikasi satu arah
Pesan
disampaikan oleh sumber kepada sasaran
dan sasaran tidak dapat atau
tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya
radio.
Komunikasi timbal balik
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik.
Biasanya komunikasi kelompok atau
perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
Hambatan Komunikasi
Hambatan dari Proses Komunikasi
Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan
yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini
dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang
dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan
antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan
terlalu sulit.
Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi
dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran
listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan
terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
Hambatan dari penerima pesan, misalnya
kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka
tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
Hambatan dalam memberikan Balikan yang
diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif,
tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi
yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan
kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.
Hambatan Semantik
Kata-kata yang dipergunakan dalam
komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau
berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.
Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang
mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang
berbeda antara pengirim dan penerima
pesa.
Kelas dibagi menjadi empat (4) kelompok
Masing-masing kelompok memilih ketua
kelompok.
Ketua kelompok menugaskan anggota
kelompoknya untuk berpasang-pasangan. Masing-masing menanyakan kepada
pasangannya tentang :
Keluarga (anak, istri/suami dll)
Pendidikan
Tempat kerja
Rencana masa depan, termasuk rencana yang
berkaitan dengan SPMKK dan tidak boleh dibuat catatan.
Setelah itu saling bergantian (10 menit).
Setelah itu masuk dalam kelompok kecil dan
menceritakan apa yang dia peroleh dari pasangannya (pasangannya tidak boleh
berkomentar sebelum selesai penyampaian).
Setelah selesai baru diklarifikasi oleh yang
bersangkutan (YBS).
Terakhir diskusikan apa yang dapat anda
peroleh dari permainan diatas
Catatan untuk fasilitator :
Metoda ini untuk melihat :
Apakah seseorang dapat menjadi seorang
pendengar yang baik
Apakah seseorang dapat menyampaikan
informasi dengan jelas
Setelah itu sampaikan “10 Ciri-Ciri
Pendengar yang Baik”
Tentang Penulis
ARSITO ARI KUNCORO S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.