1. Kenali Jenis-Jenis Developer
Pertama, sebaiknya kita tahu dulu jenis-jenis developer alias orang yang mengembangkan website/apps. Pasalnya, coding untuk setiap tipe developer bisa jadi berbeda.
Berikut beberapa jenis developer:
- Front-end developer: bertanggung jawab mengembangkan website dari sisi tampilan dengan menggunakan HTML, CSS, JavaScript, dll.
- Back-end developer: bertugas mengatur bagian belakang website/apps. Seperti: server, penerimaan data dari front end, dan lain-lain.
- Full-stack developer: gabungan dari keduanya, harus mengurusi front-end sampai dengan back-end.
Lalu, manakah yang paling cocok untuk kita?
Jawabannya, tergantung minat kita. Kalau lebih suka mendekorasi tampilan, perdalam lah wawasan tentang front-end. Namun jika kita lebih berminat membangun logika sistem, back-end adalah pilihan tepat. Nah kalau kita tertarik keduanya, terjun menjadi full-stack developer juga bisa, lho.
2. Ketahui Perbedaan Bahasa Pemrograman
Banyak orang mengira semua yang dipakai untuk membuat website/apps adalah bahasa pemrograman. Padahal, belum tentu, lho.
Meskipun sama-sama digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer, ada berbagai tipe bahasa:
- Bahasa markup: bahasa komputer yang terdiri dari sekumpulan kode untuk mengatur struktur dan bagaimana informasi ditampilkan;
- Bahasa style sheet: bahasa komputer untuk menata presentasi konten. Mulai dari layout, font, warna, dll;
- Bahasa Script: serangkaian perintah komputer yang bisa dieksekusi secara otomatis;
- Bahasa pemrograman: bahasa komputer yang terdiri dari serangkaian aturan (string) untuk menghasilkan output tertentu. Khususnya mengembangkan website, software, apps, dll.
Tentang Penulis
TAUFIK KURNIALENSYA S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.